Polri dan AFP Perkuat Sinergi Cegah People Smuggling melalui Program Community Awareness di Sulawesi Tenggara
Dalam rangka memperkuat kerja sama internasional serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya tindak pidana penyelundupan manusia (people smuggling), Divhubinter Polri bersama Australian Federal Police (AFP) melaksanakan kegiatan asistensi Program Community Awareness di wilayah Sulawesi Tenggara, meliputi Kota Baubau dan Kabupaten Wakatobi pada tanggal 8 hingga 10 April 2026.
Kegiatan diawali di Polres Baubau pada Rabu, 8 April 2026, yang dipimpin oleh Kabagbatanas Divhubinter Polri, KBP Fibri Karpiananto, S.H., S.I.K., bersama tim dan delegasi AFP. Dalam kegiatan tersebut, disampaikan pentingnya kerja sama antara Polri dan AFP dalam penanggulangan people smuggling, baik melalui langkah preventif maupun represif. Penekanan diberikan pada upaya melindungi masyarakat agar tidak menjadi korban, pelaku, maupun fasilitator dalam jaringan penyelundupan manusia.
Perwakilan AFP, Chad Daniel Aston, menjelaskan bahwa penyelundupan manusia berbeda dengan perdagangan orang (human trafficking), karena dilakukan atas persetujuan tanpa eksploitasi langsung. Namun demikian, praktik ini tetap berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa dan keamanan wilayah, khususnya di kawasan Sulawesi Tenggara yang menjadi jalur transit strategis.
Selain penyampaian materi, AFP juga memberikan dukungan berupa bantuan peralatan operasional kepada jajaran Polres Baubau dan Polres Wakatobi, antara lain laptop, printer, binocular, dan thermal monocular guna meningkatkan kapasitas operasional di lapangan. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi teknis oleh Carly Rose Gordyn terkait tren dan modus operandi people smuggling di wilayah tersebut.
Tidak hanya berfokus pada internal kepolisian, kegiatan Community Awareness juga menyasar masyarakat secara langsung. Sosialisasi dilakukan di Bandara Boetambari, balai desa, hingga wilayah pesisir, guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi ancaman serta peran mereka dalam pencegahan kejahatan transnasional.
Pada hari berikutnya, Kamis, 9 April 2026, kegiatan dilanjutkan di Polres Wakatobi dengan agenda koordinasi serta pelaksanaan asistensi serupa. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Wakatobi AKBP I Gusti Putu Adi Wirawan, S.I.K., bersama jajaran turut berpartisipasi aktif dalam diskusi terkait langkah strategis penanggulangan people smuggling di wilayah hukum setempat.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada Jumat, 10 April 2026, melalui pendekatan langsung kepada masyarakat pesisir di Desa Mola Utara, Wandoka, dan Kampung Bajo di wilayah Wangi-Wangi. Dalam kegiatan ini, tim memberikan edukasi kepada nelayan dan warga pesisir mengenai tren kejahatan penyelundupan manusia, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di tingkat komunitas.
Selain itu, tim juga melakukan pengecekan sarana dan prasarana Satpolairud sebagai bagian dari upaya penguatan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi potensi kejahatan lintas negara.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat Polri bersama AFP dalam memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan kapasitas aparat penegak hukum, serta membangun kesadaran masyarakat sebagai garda terdepan dalam pencegahan kejahatan transnasional, khususnya people smuggling di wilayah perbatasan dan pesisir Indonesia.