The 5th ASEAN-Australia Counter Terrorism Dialogue: Sinergi ASEAN–Australia Hadapi Ancaman Terorisme

  • Thumbnail
  • Article Image
  • Article Image
  • Article Image

Dalam upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang keamanan kawasan, Divisi Hubungan Internasional Polri melalui Bagian Konferensi Internasional (Bagkonferin) telah sukses menyelenggarakan The 5th ASEAN-Australia Counter Terrorism Dialogue (AACTD ke-5) pada Kamis, 9 April 2026, bertempat di Hotel Trembesi, BSD City, Tangerang.

Kegiatan ini menegaskan peran strategis Indonesia sebagai motor penggerak kerja sama regional dalam penanggulangan terorisme, sekaligus memperkuat kemitraan ASEAN–Australia dalam menghadapi dinamika ancaman keamanan yang semakin kompleks.

Pertemuan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.30 WIB tersebut dihadiri oleh sekitar 30 peserta, terdiri dari delegasi negara-negara ASEAN, Sekretariat ASEAN, serta United Nations Office of Counter-Terrorism (UNOCT). Beberapa negara seperti Kamboja, Thailand, dan Timor-Leste turut berpartisipasi secara virtual.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Karokersin Divhubinter Polri Brigjen Pol. Dodied Prasetyo Aji, S.I.K., M.H., dan melibatkan berbagai kementerian/lembaga strategis, termasuk Densus 88 AT Polri, BNPT, PPATK, Bea Cukai, hingga Kejaksaan Agung RI, yang menunjukkan pendekatan kolaboratif lintas sektor dalam menangani isu terorisme.

Pertemuan dibuka secara resmi oleh Co-Chair Indonesia dari BNPT dan Co-Chair Australia, yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan agenda strategis, termasuk evaluasi lima tahun ASEAN–Australia Comprehensive Strategic Partnership. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi regional, khususnya dalam menghadapi isu krusial seperti kembalinya foreign terrorist fighters, penyebaran ekstremisme digital, serta kerentanan generasi muda terhadap ideologi kekerasan.

Salah satu capaian utama dialog ini adalah komitmen Australia untuk melanjutkan dukungan terhadap program pencegahan radikalisasi di kawasan, menggantikan peran sebelumnya yang sempat terhenti akibat penghentian dukungan USAID. Dukungan ini mencerminkan kepemimpinan Australia sebagai mitra strategis ASEAN dalam menjaga stabilitas keamanan regional.

Selain itu, Indonesia dan Australia juga bersepakat untuk menyusun good practice guide terkait rehabilitasi dan reintegrasi mantan kombatan teroris beserta keluarganya. Upaya ini menjadi bagian penting dari pendekatan preventif dan humanis dalam penanggulangan terorisme.

Pertemuan ini juga menyoroti lima prioritas utama kerja sama, yaitu:

  • Penguatan intelijen berbasis sumber terbuka

  • Perlindungan ruang publik

  • Keamanan digital

  • Pendanaan terorisme

  • Ketahanan masyarakat melalui kohesi sosial

Secara keseluruhan, AACTD ke-5 berhasil memperkuat fondasi kerja sama ASEAN–Australia yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi jangka panjang. Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai aktor kunci dalam mendorong agenda keamanan regional yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ditutup dalam keadaan aman, tertib, dan lancar, dengan komitmen bersama untuk melanjutkan koordinasi serta implementasi program strategis ke depan.

Notices

Lihat Red Notices

Lihat dan cari Red Notices publik untuk orang yang dicari

triangle with all three sides equal

Lihat Yellow Notices

Lihat dan cari Yellow Notices publik untuk orang yang hilang

triangle with all three sides equal