Polri dan KNPA Bahas Penguatan Penanganan TPPO melalui Teknologi dan Kolaborasi Internasional
Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri mendampingi Korean National Police Agency (KNPA) dalam melakukan kunjungan ke Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri, pada Senin (21/7). Kegiatan dibuka dengan pemutaran video profil mengenai program dan kegiatan dari Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri disertai penjelasan bahwa pembentukan Dittipid PPA-PPO merupakan upaya penguatan struktural. Dittipid PPA-PPO juga memaparkan inovasi program bertajuk “Rise and Speak: Berani Bicara, Selamatkan Sesama”, sebagai langkah kampanye preventif dan responsif terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Forum ini turut membahas peluang kerja sama antara Polri dan Korean National Police Agency (KNPA) dalam teknologi dan sistem penanganan kasus anak, seperti sistem investigasi berbasis AI, pelatihan teknik wawancara digital, dan penguatan sistem basis data pemulihan korban.
Peserta juga mempelajari praktik baik dari KNPA, seperti pendekatan terintegrasi berbasis rumah sakit melalui Sunflower Center, serta sistem E-Ainuri yang efektif dalam menindak kekerasan daring terhadap anak. Polri menyatakan ketertarikan untuk mengadopsi pendekatan tersebut dengan mempertimbangkan kesiapan koordinasi lintas sektor.
Sebagai tindak lanjut, Polri merencanakan kunjungan resmi ke markas KNPA untuk mempelajari lebih lanjut sistem dan pendekatan teknologi yang terbukti efektif dalam penanganan kejahatan terhadap perempuan dan anak.